🌟 Mayora Indah Drs Raden Soedigdo

LowonganKerja PT Mayora Indah Tbk (Mayora Group) 1. Audit Supervisor 2. PPIC Supervisor 3. Production Manager 4. Utility Manager 5. PPIC Manager PermenKopiko sendiri diproduksi oleh Mayora Group, PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Permen Kopiko sendiri diproduksi oleh Mayora Group, PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Network iNews NETWORK. Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program Klik Lebih Lanjut Jogipun ternyata alumni kedokteran Trisakti. Dia mulai membangun PT Mayora Indah Tbk. atau Mayora Group bersama dua temannya Drs. Raden Soedigdo dan Ir. Darmawan Kurnia pada 17 Februari 1977. Adapun untuk pabrik pertamanya berada di Tangerang, Banten. Dengan produk andalannya hingga sekarang, yaitu Roma Kelapa. Orangtersebut ialah Jogi Hendra Atmadja yang merupakan pendiri Mayora Indah. Menurut data Forbes, saat ini Jogi berada di urutan 9 orang terkaya Indonesia, Dia dan kedua rekannya bernama Raden Soedigdo dan Darmawan Kurnia memutuskan untuk menjalankan bisnis bersama dengan mendirikan Mayora Indah, pada tanggal 17 Febuari 1977 di Jakarta. Awalnyabisnis ini dimulai dari usaha rumahan pada tahun 1948. Jogi pun ternyata alumni kedokteran Trisakti. Dia mulai membangun PT Mayora Indah Tbk. atau Mayora Group LaporanTahunan 2013 PT Bank Syariah Mandiri344 Laporan Keuangan beserta Laporan Auditor Independen yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 LAPO PTMayora Indah Tbk melalui program rekrutmennya saat ini membuka lowongan kerja terbaru pada tahun 2021. PT Mayora Indah Tbk melalui program rekrutmennya saat ini membuka lowongan kerja terbaru pada tahun 2021. Selasa, 3 Mei 2022; Cari. Network. Tribunnews.com; TribunnewsWiki.com; TribunStyle.com; Pascalulus, Jogi Hendra Atmadja bersama dengan Drs. Raden Soedigdo dan Ir. Darmawan Kurnia mendirikan PT Mayora Indah pada tanggal 17 februari 1977 di Jakarta. Danpabriknya mulai beroperasi secara komersial di Mei 1978 kemudian menjadi perusahaan public pada 1990. Didirikan oleh Jogi Hendra Atmadja, Ir. Darmawan Kurnia dan Drs. Raden Soedigdo. Mayora setiap tahunnya memperbarui laporan keuangannya sebagai bentuk pertanggungjawaban pemegang saham agar tetap dapat melakukan penilaian terhadap Produkbuatan PT Mayora Indah Tbk itu mengisi pertemuan antara Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dengan Elon Musk. Foto Luhut dan Musk memegang merek permen Kopiko banyak beredar. Bersama Darmawan Kurnia dan Raden Soedigdo, Jogi mendirikan PT Mayora Indonesia pada 17 Februari 1977 di Jakarta, yang Jl Cawang Baru Utara No.25, RT.4/RW.9, Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13340 1)skripsi pengaruh analisis eva, price earning ratio, dan book to market dalam strategi portofolio oleh: josua torang pasaribu 080503171 program studi akuntansi departemen akuntansi fakultas ekonomi uniiv gnLpt. Ricky Afrianto, Direktur Pemasaran Global Mayora Indah Awalnya, merupakan industri rumahan yang memproduksi biskuit kelapa Roma, biskuit sejuta umat. Dalam perjalanannya, berkembang menjadi perusahaan fast moving consumer goods FMCG terkuat di Tanah Air. Itulah PT Mayora Indah Tbk. berbentuk badan usaha pada 17 Februari 1977, yang didirikan oleh Jogi Hendra Atmadja 74 tahun, seorang dokter dari Universitas Trisakti, bersama Drs. Raden Soedigdo dan Ir. Darmawan Kurnia. Perusahaan yang berkantor awal di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, ini berkembang menjadi kelompok usaha yang terus melakukan ekspansi. Ekspansi Mayora tak hanya dalam produk biskuit, tetapi merambah segala varian makanan dan minuman, mulai dari wafer, cokelat, permen, kopi sachet, makanan instan, hingga air minum dalam kemasan. Di tangan generasi kedua, Andre Sukendra Atmadja, Hendarta Atmadja, dan Wardhana Atmadja, kiprah Mayora semakin kokoh dengan jati dirinya sebagai perusahaan yang tidak pernah berhenti berinovasi mengeluarkan produk baru. Ya, setiap kali menampilkan iklan di televisi, slogan “Satu Lagi dari Mayora” selalu muncul di akhir iklan. Slogan pemasaran ini mengisyaratkan selalu ada produk baru dari perusahaan makanan dan minuman di Indonesia tersebut. Ricky Afrianto, Direktur Pemasaran Global Mayora Indah, mengatakan, inovasi memang menjadi DNA Mayora. Bagi perusahaan dengan lebih dari 30 ribu karyawan ini, inovasi yang dilakukan adalah yang bertumpu pada sasaran meningkatkan kualitas produk. Inovasi yang dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. “Passion Mayora bukan bersaing dengan kompetitor, melainkan bagaimana memberikan kepuasan bagi konsumen,” kata Andre Atmadja, CEO Mayora Indah, tandas. Pesan Andre yang disampaikan kepada anak buahnya yaitu jangan sekali-kali membohongi konsumen. “Bagaimana konsumen mau kembali mencoba makanan yang kita tawarkan kalau kita tidak bisa dipercaya?” begitu ujarnya. Andre meyakini bahwa produk yang sukses adalah produk yang berhasil memuaskan dan memberikan value kepada konsumen. Untuk itu, Andre mengajarkan prinsip-prinsip bisnis yang harus dijalankan dan menjadi landasan kerja di Mayora. Prinsip pertama, fokus pada kualitas. Seperti terungkap di atas, kualitas adalah prinsip utama dalam inovasi dan pengembangan produk. Prinsip kedua, efisien. “Kami diarahkan jangan pernah berharap konsumen membayar ketidakefisienan perusahaan,” ujar Ricky. Salah satu contoh, keputusan menaikkan harga tanpa memikirkan konsumen dan kualitas. “Proses bisnis yang tidak efisien, beriklan yang tidak efektif, pasti akan dihindari Mayora karena konsumen akan membayar ketidakefisienan itu,” ungkap Ricky yang sudah lebih dari lima tahun bergabung dengan Mayora. Prinsip ketiga, terus berinovasi. Pasalnya, Mayora tidak percaya pada kondisi pasar yang lesu. “Kalau pasar lesu, kami tidak menyalahkan konsumen, pemerintah, atau pihak lain. Justru kami harus berupaya agar konsumen tertarik membeli produk kami,” inilah value dari Andre yang selalu ditanamkan pada anak buah. Hal itu terbukti dapat menjaga pasar terus bergairah dengan inovasi, baik dalam produk maupun komunikasi. “Terbukti hasilnya membuat bisnis Mayora berhasil tumbuh double digit terus dalam tiga tahun terakhir,” lanjut Ricky yang menargetkan, hingga akhir 2020 dapat meraih penjualan sebesar Rp 27,5 triliun. Mayora berkeyakinan, potensi dan peluang pasar bisnis pangan di Indonesia dan di mancanegara masih sangat potensial. Bahkan, hingga beberapa tahun ke depan, Mayora begitu yakin akan masih berkembang dengan sangat baik. Optimisme ini bukan asal-asalan. Betapa tidak. Total populasi di ASEAN di atas 600 juta jiwa, sementara populasi di Indonesia lebih dari 260 juta jiwa, sekitar 40%-nya. “Artinya, pasar masih terbuka sangat luas, dengan sebaran kota hingga pedalaman. Potensi pasar makanan dan minuman masih sangat luar biasa,” kata Ricky. Ia menambahkan, Mayora bukan lagi melayani pasar lokal. “We are a global company, that trully from Indonesia. Kami ini perusahaan global, yang asli berasal dari Indonesia,” katanya tandas. Size business perusahaan saat inig mencapai US$ 2,5 miliar atau setara dengan Rp 35 triliun. “We are not only selling the products that we are proud of”, prinsip inilah yang selalu dipegang teguh Andre. Moto itu diyakininya berhasil mengantarkan produk-produk Mayora menjadi pemimpin pasar dan berusia panjang. Biskuit Roma, misalnya, seusia dengan perusahaan ini. Namun, karena prinsipnya bukan sekadar menjual produk, dari segi produk ataupun cara komunikasinya pun dibuat harus relevan dengan kondisi pasar saat ini dan tetap muda. Caranya? “Kami menawarkan pengalaman makanan yang lebih lagi dengan mengeluarkan produk terbaru, Roma Arden, dengan rasa cokelat yang melted lumer,” ungkap Ricky. “Tim marketing harus memahami keadaan konsumen saat ini, memahami dunia digital mengingat saat ini sedang menjadi tren. Jangan sampai brand ketinggalan zaman,” katanya. Sehingga, tambahnya, konsumen tetap bangga terhadap produk Mayora. Contoh lain lagi, strategi yang digunakan Mayora dalam mengantarkan produk Teh Pucuk Harum menjadi pemimpin pasar teh siap minum non-cup jasmine dengan pangsa pasar 48% per Oktober 2017. Tidak hanya Teh Pucuk Harum, produk Le Minerale yang baru berusia dua tahun tercatat menjadi pemain terbesar nomor dua di kategori air minum dalam kemasan AMDK berdasarkan data Nielsen Retail Audit-YTD Oktober 2017. Pencapaian Mayora Beverages dalam industri FMCG tak lepas dari kecepatan dan ketepatan Mayora dalam membaca pasar. Meski 2017 menjadi tahun yang cukup berat bagi pemain FMCG, Mayora Beverages berhasil menunjukkan performa yang kuat, dengan tumbuh lebih dari 30%. “Selama kami melihat dari sisi peluang, walaupun pasar mengalami penurunan, pemain masih bisa memaksimalkan pertumbuhan jika didukung dengan tim yang kuat,” demikian prinsip yang diyakini Mayora. Mayora terus berupaya memahami pergerakan yang terjadi pada konsumen. Bentuk eksekusi yang dilakukan disesuaikan dari sisi harga yang affordable bagi semua segmen. Inovasi disertai customer engagement yang kuat terus dilakukan sejalan dengan pergeseran yang terjadi. Intinya, Mayora berusaha membangun emotional experience pada setiap kampanye yang diluncurkan. Untuk Le Minerale, umpamanya, demi membangun kedekatan gaya hidup sehat dengan produk mereka, berbagai aktivitas olahraga seperti Gerakan Indonesia Sehat dilakukan sebagai sarana membangun emotional experience. Adapun Teh Pucuk Harum menghadirkan keunikan experience bagi segmen konsumen yang lebih muda dengan memberi kesempatan bagi anak-anak mencoba menjalankan proses produksi Teh Pucuk Harum di Kidzania. Kunci semua itu, Mayora mencanangkan Strategi 3P Winning Product, People, and Process. Winning Product maksudnya tidak akan menjual produk yang tidak membuat bangga. Winning People tentu saja terkait dengan rekrutmen SDM pilihan karena mereka adalah talenta-talenta yang akan menjadi pemimpin Mayora masa depan. Dan, Winning Process terkait dengan menjamin rantai pasok secara efektif dan efisien. Selain itu, secara khusus Mayora juga membuat sistem di pemasaran dengan Mayora Marketing Way. Sebuah panduan bagi para talenta Mayora, terutama di bagian pemasaran, bagaimana jalan sukses memenangi pasar FMCG, yang tersedia lengkap dan mudah diakses. Salah satunya bisa dilihat melalui ponsel. “Melalui aplikasi ini, semua bisa meningkatkan kapasitasnya,” kata Ricky. Selain Mayora Marketing Way, ada juga Mayora Sales Way. Sebagai perusahaan FMCG, Mayora harus membangun jaringan distribusi yang kuat dan rapi. Selain itu, sebagai perusahaan global, rantai pasok pun harus adaptif, fleksibel. “Pasokan bahan baku harus ada terus bagaimanapun kondisinya. Kalau kita melihat dunia ini satu supply chain, kami akan mudah mendapat pemasok atau bahan terbaik,” kata Ricky optimistis. Prinsip Mayora karena Mayora ada di Indonesia, sebisa mungkin produksi di Indonesia, bahan baku juga didapat di Indonesia, sehingga semuanya menggunakan pasokan dari dalam negeri, kecuali gandum yang memang susah didapatkan di Indonesia. Ini penting untuk kelangsungan rantai pasok sekaligus saling memberikan nilai tambah. Karena itu, Mayora membangun kerjasama dengan petani. Misalnya, untuk kopi, Mayora menggandeng petani kopi dan membantu mereka meningkatkan kualitas kopi. Ada program khusus untuk petani dalam meningkatkan produktivitas. “Visi dan misi kami, Mayora harus memberikan value kepada semua stakeholer di mana pun perusahaan beroperasi,” kata Ricky meneruskan values yang disampaikan manajemen. Prinsip yang ditegaskan pendiri perusahaan ini tidak boleh egois, hanya berpikir sendiri. “Jangan sampai kami happy, yang lain tidak. Harus fair, memperlakukan orang layaknya manusia,” demikian pesan sang pendiri. Dengan demikian, cara kerja perusahaan pun harus dilandasi prinsip tersebut. Kalau Mayora maju, Indonesia juga harus turut maju dan bangga. Seperti ketika Presiden Joko Widodo berkunjung ke Mayora, perusahaan ini menginformasikan bahwa bahwa yang diekspor adalah produk bernilai tambah dengan merek asli Indonesia. Ini menunjukkan bahwa produk-produk Mayora menjadi pemimpin pasar, bukan saja di pasar lokal, tetapi juga di luar negeri, dan mereknya adalah asli merek Indonesia. “Kami bukan sekadar menjadi tukang jahit, tapi mengekspor produk Mayora dengan merek kami sendiri. Mayora itu produk yang kami ekspor 50% dari seluruh kapasitas produksi dan 100% produk tersebut menggunakan merek Mayora.,” kata Ricky. Ia menegaskan bahwa Mayora tetap merek asli Indonesia Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa sebagai merek Indonesia, Mayora tidak kalah bersaing dengan produk luar. Indonesia memiliki produk bagus, meskipun masih kurang dalam hal pemasaran. Ricky mengatakan, belum lama ini terjadi viral foto di NASA tim astronot berfoto, dan ada produk Kopiko di meja mereka. Hal itu membuktikan bahwa produk Mayora berkualitas, tidak hanya enak, sehingga astronot pun diperbolehkan membawa produk Mayora hingga ke luar angkasa. Memang harus diakui, tantangan ke depan tidak mudah. Target Mayora, menjadi salah satu perusahaan terbesar di industri FMCG dunia dalam sepuluh tahun ke depan. “Saat ini sudah mendunia, tapi kami ingin Mayora sebagai perusahaan Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia,” ujar Ricky penuh keyakinan. * Dyah Hasto Palupi/Herning Banirestu Profil Jogi Hendra Atmadja – Mendengar kata Mayora pasti banyak yang membayangkan jenis-jenis makanan yang sering dikonsumsi, seperti misalnya permen kopiko, permen kiss, biskuit hingga minuman instan seperti energen dan lain sebagainya. Produk-produk tersebut merupakan produk dari PT Mayora Indah TBK yang didirikan oleh Jogi Hendra Atmadja. PT Mayora Indah TBK merupakan perusahaan yang mengeluarkan produk makanan ringan sebagai produk andalannya. Perlu diketahui, pemilik PT Mayora yaitu Jogi Hendra Atmadja merupakan salah satu pengusaha yang masuk dalam 10 besar orang terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan sekitar US$3 miliar Rp42,071 triliun di tahun 2019. Baca Juga Profil 10 Orang Terkaya di Indonesia Versi Forbes Jogi Hendra Atmadja merupakan pengusaha kelahiran Jakarta tahun 1946. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti. Pasca lulus, Jogi Hendra Atmadja bersama dengan Drs. Raden Soedigdo dan Ir. Darmawan Kurnia mendirikan PT Mayora Indah pada tanggal 17 februari 1977 di Jakarta. Mereka mendirikan perusahaan Mayora dengan memproduksi makanan ringan yang saat ini menjadi produk andalan perusahaan. Pabrik pertama PT Mayora didirikan di Tangerang. Sejak awal berdirinya Mayora, Jogi Hendra Atmadja sudah menjabat sebagai komisaris utama perusahaan Mayora. Ia juga memegang jabatan yang sama di tiga perusahaan lain seperti PT. Tunita Branindo, PT. Torabika Eka Semesta, dan PT. Kakao Mas Gemilang. Baca Juga Profil Pengusaha Muda Indonesia Masuk Forbes edisi 30 under 30 Asia’ Sejak berdirinya PT Mayora, biskuit roma kelapa menjadi produk makanan ringan andalan perusahaan di akhir tahun 1970’an. Hingga membuat biskuit roma kelapa dikenal sebagai biskuit sejuta umat yang bersaing ketat dengan biskuit Khong Guan yang saat itu sudah banyak beredar di pasaran. Setelah sukses dengan biskuit roma kelapa, Mayora melakukan ekspansi bisnis dengan mengeluarkan produk permen kopiko di akhir tahun 1980’an dan menjadi permen rasa kopi pertama di Indonesia. Produk tersebut dengan cepat melejit ke posisi atas sebagai produk terlaris, karena saat itu dipasaran belum beredar produk yang sama. Selain mengeluarkan produk makanan ringan, PT Mayora juga mengeluarkan produk minuman kemasan, seperti Teh Pucuk Harum. Demi menarik pasar minuman teh yang saat itu dikuasai oleh Teh Botol Sosro, membuat perusahaan secara barbar melakukan pengiklanan produk Teh Pucuk Harum. Baca Juga Biografi Susilo Wonowidjojo Pemilik Garam Sedangkan pada produk air mineral kemasan, PT Mayora Indah bekerja sama dengan PT Tirta Fresindo Jaya mengeluarkan produk air minel dengan merk kemasan Le Minerale. Untuk memperkuat produksinya, PT Mayora mendirikan pabrik dibeberapa wilayah seperti di Makasar, Medan, Pasuruan, Ciawi dan Sukabumi. Dan tahun 2016, kembali mendirikan dua pabrik di Palembang dan Cianjur guna memperkuat produksi agar dapat bersaing dengan merk air mineral lain seperti Aqua. Selain sukses di Indonesia, produk Mayora juga merambah pasar Luar Negeri hingga ke 90 negara. Pada tahun 2017, pendapat perusahaan juga naik hingga 17 triliun yang membuat pundi-pundi kekayaan Jogi Hendra Atmaja naik signifikan. Ditahun 2016, total kekayaannya mencapai triliun dan menempati posisi 35 dalam daftar orang terkaya di Indonesia, dan di tahun 2018 Jogi Hendra Atmaja kekayaannya naik tiga kali lipat dengan total sekitar triliun rupiah. Sedangkan ditahun 2019, menurut majalah Forbes, total kekayaan Jogi Hendra Atmadja sendiri mencapai US$3 miliar Rp42,071 triliun dan masuk dalam 10 besar daftar orang terkaya di Indonesia. Itulah informasi yang diberikan tentang Profil Jogi Hendra Atmadja Pemilik PT Mayora TBK. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan informasi anda. Masyarakat Indonesia pasti sudah pernah merasakan renyahnya biskuit Roma Kelapa ataupun manisnya permen kopiko. Kedua produk tersebut merupakan produk dari PT Mayora TBK. Produk akanan merupakan andalan dari perusahaan Mayora biografi kali ini admin akan memberikan informasi mengenai biografi dan profil dari salah satu pendiri sekaligus pemilik dari PT Mayora Indah yang merupakan pengusaha terkaya di Indonesia yang masuk dalam daftar 10 besar majalah adalah Jogi Hendra Atmadja yang kini menjabat sebagai komisaris utama dalam perusahaan Mayora. Jogi Hendra Atamadja mempunyai tiga orang anak yang bernama Andre Sukendra , Hendarta Atmadja dan Wardhana Atmadja . ketiganya menjabat sebagai direksi utama dalam PT Mayora Dan Profil Jogi Hendra AtmadjaJogi Hendra Atmadja dilahirkan di Jakarta pada tahun 1946 . Setelah beliau menamatkan sekolah menengah atas , beliau kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakuktas Kedoktewran , Universitas Trisakti. Setelah lulus dari sana, Jogi Hendra Atmadja bersama dengan Drs. Raden Soedigdo dan Ir. Darmawan Kurnia mendirikan PT Mayora Indah pada tanggal 17 Februari 1977 di PT MayoraPerusahaan mayora yang mereka dirikan memproduksi makanan ringan yang menjadi andalan perusahaan. Pabrik pertamanya didirikan di Tangerang . Sejak berdirinya Mayora , Jogi Hendra Atmadja sudah menjabat sebagai komisaris utama di Perusahaan yang sama juga beliau pegang di tiga perusahaan lain seperti PT. Tunita Branindo, PT. Torabika Eka Semesta, dan PT. Kakao Mas berdirinya PT Mayora Indah , produk makanan ringan yang menjadi andalan perusahaan tersebut adalah biskuit Roma Kelapa yang booming pada tahun 1970an. Biskuit Roma Kelapa kemudian terkenal sebagai biskuit sejuta umat yang bersaing ketat dengan biscuit Khong Guan yang pada saat itu sudah beredar di BisnisPada akhir 1980an , PT Mayora melakukan ekspansi bisnis dengan mengeluarkan produk permen Kopiko yang menjadi permen yang mempunyai rasa kopi pertama di Indonesia. Dengan cepat produk permen kopiko naik ke posisi teratas sebagai produk terlaris karena pada saat itu belum ada produk yang sama yang beredar di produk makanan ringan , PT Mayora juga merambah ke produk minuman kemasan , seperti Pucuk Harum. Demi menggaet pasar minuman teh yang pada saat itu dikuasai oleh Teh Botol Sosro , Teh Pucuk Harum jor-joran dalam beriklan. Untuk iklan pada televisi misalnya , berdasarkan pada riset Nielsen dai tahun 2011 hingga 2012 ,iklan Teh Pucuk Harum sudah mengeluarkan dana sekitar milyar hanya untuk beriklan di untuk produk air mineral kemasan , PT Mayora Indah melakukan kerja sama dengan PT Tirta Fresindo Jaya dan mengeluarkan produk air mineral kemasan yang bermerek Le Minarale. Untuk memperkuat produksinya , lima pabrik didirikan di Makassar , Medan, Ciawi, Pasuruan dan tahun 2016 , dua pabrik dibangun di Palembang dan Cianjur sebagai langkah guna memperkuat produksi untuk bersaing dengan merk air mineral lain seperti Jogi Hendra AtmadjaSejak PT Mayora Indah dibangun pada tahun 1977 , PT Mayora Indah sudah menguasai 40 persen pangsa pasar makanan ringan di Indonesia . selain itu produk-produk Mayora juga sudah merambah ke luar negeri yaitu ke 90 Negara . Pendapatan perusahaan juga naik hingga 17 Triliun rupiah pada tahun 2017 . kondisi tersebut membuat pundi-pundi kekayaan yang dimiliki oleh Jogi Hendra Atmadja naik dengan tahun 2016 kekayaan yang dimiliki oleh Jogi Hendra Atmadja terhitung sekitar Triliun dan menempati posisi 35 dalam daftar orang terkaya di Indonesia . pada awal tahun 2018 , harta kekayaan Jogi Hendra Atmadja naik hampir 3 kali lipat yaitu sekitar triliun rupiah. Hal tersebut menyusul naiknya harga saham perusahaan Mayora. Harta kekayaan yang meningkat juga membuat posisi Jogi Hendra Atmadja sebagai salah satu pengusaha terkaya di Indonesia melesat hingga ke urutan 10 besar orang terkaya di Juga Biografi dan Profil MH Thamrin – Pahlawan Nasional Indonesia Biografi Tirto Utomo – Pendiri Aqua

mayora indah drs raden soedigdo