๐Ÿฅˆ Hadits Tentang 6 Perkara Yang Merusak Amal

6HAL YANG BISA MERUSAK AMAL; Jalan Dakwah (Terjal dan Berliku) Amar Ma'ruf Nahi Munkar; TAWASSUL YANG DISYARI'ATKAN; PERISTIWA KETIKA MENGURUS JENAZAH RASULULLAH SAW; Nasehat Nabi saw Sebelum Memberangkatkan Rombongan; DAKWAH KEPADA SYAHADAT "LA ILAHA ILLALLAH" Mujahadah Imam Al Ghazali; Membuka pintu pertolongan Allah; Tujuh Prinsip Dakwah Tidakada tuhan selain Dia, tidak ada satupun yang serupa dan sama dengan Nya. Keyakinan ini seperti yang ditegaskan dalam surat Al Ikhlas : 1- Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, 2- Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. 3- Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, 4- dan tidak ada seorang pun yang setara Karenahadits Rasulullah tentang kebakhilan yang menjauhkan seseorang dari Allah dan surga serta manusia sesama adalah hadits Shahih. Para Jama'ah yang Dirahmati Allah. Keempat, riya dalam beramal. Riya' adalah pamer yaitu melakukan satu amal ibadah (agama) dengan maksud mendapatkan pujian dari manusia. Atau dengan bahasa yang agak kasar YangKedua, yang dapat merusak amal itu adalah : ูˆูŽู‚ูŽุณู’ูˆูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽู„ุจู "Orang yang keras hati". Hatinya tu kasar, keras. Beruntung kita kalau oleh Allah diberikan hati yang lembut, yang peka, cepat menerima kebenaran. Sebuah contoh, Umar bin Khattab r.a, orang yang diberikan hati yang keras tapi mudah dan cepat menerima kebenaran. RasulullahShallallahu Alaihi Wasallam berwasiat kepada kita, "Ada 6 perkara yang bisa menggugurkan amalan; sibuk mencari aib manusia, kerasnya hati, cinta dunia, sedikit malu, panjang angan-angan, dan kezaliman yang tiada habisnya " Pertama, Sibuk dengan aib orang lain. Istilahbid'ah menurut Imam Izzuddin berbeda dengan istilah yang dipakai oleh mereka yang menilai bahwa seluruh bid'ah adalah sesat. Dimana Imam Izzuddin berpendapa t bahwa bid'ah terbagi menjadi dalam hukum lima, wajib, sunnah, makruh, haram dan mubah, seperti yang termaktub dalam kitab beliau Qawaid Al Ahkam (2/ 337-339). Sehingga, ketika Imam Izzuddin menyatakan bahwa bersalaman pada 6PERKARA YANG DAPAT MERUSAK AMAL-AMAL BAIK . 1. AL ISTGHLAL BI'UYUBIL KHOLQI. Allah Ta'ala berfirman : " Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain " (QS. Al-Hujurat : 12) 2. QASWATUL QULUB. Hati yang keras Setiapmanusia yang memasuki alam kubur akan ditanya oleh Malaikat tentang enam perkara. Kehidupan di alam kubur cukup panjang, banyak ujian di dalamnya. Apabila seseorang selamat di alam kubur maka setelahnya akan lebih mudah bagi dia. Nabi shollallohu 'alaihi wasallam mengingatkan manusia tentang fitnah kubur. Yangmenyelamatkan antara lain (1) takwa kepada Allah dalam sepi maupun ramai, (2) berkata benar (adil) dalam kondisi ridla maupun marah, dan (3) bersikap sederhana dalam keadaan kaya maupun miskin. Sedangkan yang merusak antara lain (1) bakhil yang kelewatan, (2) nafsu yang diikuti, dan (3) ujub terhadap diri sendiri." Ketikamanusia meninggal dunia, maka terputus sudah amal jariahnya kecuali tiga perkara yakni: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat dan doa anak yang sholeh. Sebagaimana disebutkan dalam hadits tentang 3 amal yang tidak terputus pahalanya mesipun sudah wafat. Dalamtausiyah yang berjudul "6 Perkara yang Merusak Amal" , Wakil Ketua Pengadilan Agama Pematangsiantar menjelaskan ada 6 perkara yang harus dijauhi demi menjaga amalan yaitu: Al istghlal bi'uyubil kholqi (Sibuk dengan aib orang lain) Sibuk mengurusi aib orang lain sehingga lupa pada aib sendiri. Seperti peribahasa "Semut di seberang Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yang berbuat karena riya" (Al Maa'uun 4-6) B. SUM'AH PENGERT IAN SUM'AH SECARA ET IMOLOGI/BAHASA Kata sum'ah ( ุงู„ุณู…ุนุฉ ) berasal dari kata ุณู…ู‘ุน samma'a (memperdengarkan) Kalimat samma'an naasa bi 'amalihi digunakan jika seseorang menampakkan tN95Qa. Khutbah Iุงู’ู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุงู’ู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุงู„ู‘ุฐูŠ ู‡ูŽุฏูŽุงู†ูŽุง ุณูุจูู„ูŽ ุงู„ุณู‘ู„ุงูŽู…ูุŒ ูˆูŽุฃูŽูู’ู‡ูŽู…ูŽู†ูŽุง ุจูุดูŽุฑููŠู’ุนูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ ุงู„ูƒูŽุฑูŠู…ูุŒ ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ูŽุง ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุง ุดูŽุฑููŠูƒ ู„ูŽู‡ุŒ ุฐููˆ ุงู’ู„ุฌูŽู„ุงู„ู ูˆูŽุงู„ุฅูƒู’ุฑุงู…ุŒ ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ ุณูŽูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ูˆูŽู†ูŽุจููŠู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽ ุฑูŽุณูˆู„ูู‡ุŒ ุงู„ู„ู‘ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ูˆ ุณูŽู„ู‘ูู…ู’ ูˆูŽุจุงุฑููƒู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุณูŽูŠู‘ูุฏูู†ุง ู…ูุญูŽู…ู‘ุฏู ูˆุนู„ู‰ ุงู„ู‡ ูˆุฃุตู’ุญุงุจูู‡ู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนูŠู†ูŽ ุจูุฅุญู’ุณุงู†ู ุฅู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู†ุŒ ุฃู…ุง ุจุนุฏ ููŠุงูŠู‡ุง ุงู„ุฅุฎูˆุงู†ุŒ ุฃูˆุตูŠูƒู… ูˆ ู†ูุณูŠ ุจุชู‚ูˆู‰ ุงู„ู„ู‡ ูˆุทุงุนุชู‡ ู„ุนู„ูƒู… ุชูู„ุญูˆู†ุŒ ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ููŠ ุงู„ู‚ุฑุงู† ุงู„ูƒุฑูŠู… ุฃุนูˆุฐ ุจุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุงู„ุดูŠุทุงู† ุงู„ุฑุฌูŠู…ุŒ ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู… ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽู‚ููˆู„ููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู„ู‹ุง ุณูŽุฏููŠุฏู‹ุงุŒ ูŠูุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆุจูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุทูุนู ุงู„ู„ู‡ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ููŽูˆู’ุฒู‹ุง ุชุนุงู„ู‰ ูŠูŽุง ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆู’ุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆู’ุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู…ููˆู’ุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู’ู†ูŽ. ุตุฏู‚ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนุธูŠู…Sidang jumโ€™ah rahimakumullah,Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bersabdaุฅูุฐูŽุง ู…ูŽุงุชูŽ ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ุงู†ู’ู‚ูŽุทูŽุนูŽ ุนูŽู…ูŽู„ูู‡ู ุฅูู„ุง ู…ูู†ู’ ุซูŽู„ุงุซู ุตูŽุฏูŽู‚ูŽุฉู ุฌูŽุงุฑููŠูŽุฉู ุŒ ุฃูŽูˆู’ ุนูู„ู’ู…ู ูŠูู†ู’ุชูŽููŽุนู ุจูู‡ู ุŒ ุฃูŽูˆู’ ูˆูŽู„ูŽุฏู ุตูŽุงู„ูุญู ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ู„ูŽู‡ู โ€œKetika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 perkara shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa baginya.โ€Hadits di atas menjelaskan bahwa ketika seseorang telah meninggal dunia, maka semua amalnya telah putus. Dalam arti ia tidak bisa lagi menambah perolehan pahalanya yang ia usahakan sendiri karena terhalang oleh kematiannya. Oleh sebagian orang, hadits ini dipahami sebagai larangan untuk melakukan suatu amal untuk menambah pahala bagi seseorang yang telah meninggal dunia. Padahal hadits ini sebenarnya tidak dimaksudkan seperti itu, tetapi lebih untuk memberi peringatan atau dorongan kepada kita semua yang masih hidup agar dapat memanfaatkan waktu hidup ini dengan sebaik mungkin untuk beribadah kepada Allah SWT karena hidup di dunia hanya sekali dan tak pernah terulang kembali. Hadits ini memiliki kaitan dengan hadits Nabi yang lain yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas ุงุบู’ุชูŽู†ูู…ู’ ุญูŽูŠูŽุงุชูŽูƒูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ู…ูŽูˆู’ุชููƒูŽ โ€œRebutlah masa hidupmu sebelum datangnya saat kematianmu.โ€Hadits ini menekankan agar kita selalu dapat memanfaatkan hidup ini dengan sebaik-baiknya untuk melakukan amal kebaikan sebanyak-banyaknya sebelum ajal tiba. Sidang jumโ€™ah rahimakumullah, Sebagaimana telah dijelaskan dalam hadits di atas bahwa ada 3 tiga amal yang pahalanya akan terus mengalir meskipun kita sudah meninggal dunia. Amal pertama adalah shadaqah jariyah. Suatu amal yang disebut shadaqah jariyah pahalanya akan terus mengalir meskipun pelakunya sudah meninggal dunia. Ini bisa terjadi jika kemanfaatan atau dampak positif dari amal itu masih terus berlangsung hingga saat-saat berikutnya setelah yang beramal meninggal dunia. Sebagai contoh adalah seseorang di masa hidupnya telah menyumbangkan sebuah bangunan sebagai wakaf untuk kepentingan umum seperti masjid, mushola, sekolah, pesantren atau bahkan rumah sakit. Selama bangunan itu masih digunakan untuk kegiatan yang manfaatnya jelas, maka selama itu pula pahala akan terus mengalir kepada penyumbangnya meski ia sendiri telah meninggal dunia. Sidang jumโ€™ah rahimakumullah,Pertanyaan kemudian muncul apakah hanya orang kaya saja yang bisa beramal jariyah? Tentu saja tidak. Semua orang sebenarnya memiliki kesempatan yang sama untuk dapat beramal jariyah. Jika orang kaya bisa beramal jariyah dengan hartanya, maka orang miskin bisa beramal jariyah dengan tenaga fisiknya, atau bisa juga dengan harta meski tidak sebesar orang kaya. Seorang buruh bangunan yang sedang membangun sebuah masjid, misalnya, dia tidak mendapat upah yang layak karena suatu alasan tetapi dia ikhlas dan bahkan meniatkan kekurangan dari upahnya sebagai sumbangan jariyahnya, maka kekurangan itu akan dicatat sebagai amal jariyah. Tetapi tentu saja nilai sebuah amal tidak semata-mata dilihat dari berapa besar nilai nominalnya, yang tak kalah penting adalah bobot keikhlasan dalam orang pandai bisa beramal jariyah dengan ilmu atau ide-idenya, maka orang yang tidak pandai bisa beramal jariyah dengan tenaga fisiknya untuk mengimplementasikan gagasan-gagasan dari orang pandai tersebut. Orang-orang tua yang sudah tidak punya harta yang cukup, tenaga fisik juga sudah lemah, gagasan-gagasan cemerlang mungkin juga sudah sulit mereka capai, mereka sesungguhnya masih bisa beramal jariyah dengan memberikan dorongan semangat kepada yang muda-muda untuk menghasilkan sebuah karya monumental. Jika memberikan dorongan semangat juga sudah tidak mampu mereka lakukan, mereka tetap saja memiliki kesempatan beramal dengan senantiasa mendoakan kepada Allah SWT agar sebuah karya atau program penting di masyarakat dapat terlaksana dengan baik. Sidang jumโ€™ah rahimakumullah,Amal kedua yang tak putus pahalanya adalah ilmu yang bermanfaat. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ilmu bermanfaat itu? Mungkin saja ada beragam jawaban atas pertanyaan itu. Tetapi intinya adalah ilmu yang bisa memberikan manfaat kepada diri sendiri maupun orang lain untuk mencapai keselamatan dunia dan akherat. Tentu saja ilmu seperti ini tak lain adalah ilmu agama karena hanya ilmu agamalah yang memberikan manusia petunjuk bagaimana beriman kepada Allah SWT dan melaksanakan apa yang diperintahkan serta meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Oleh karena itu setiap orang wajib hukumnya belajar ilmu agama. Dengan kata lain, belajar ilmu agama hukumnya fardhu ain. Di luar itu hukumnya fardhu kifayah yang tentu saja juga mendapatkan pahala mempelajarinya. Keharusan mencari ilmu dapat kita lihat dalilnya pada Hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Anas bin Malik ุทูŽู„ูŽุจู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ููŽุฑููŠุถูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ู…ูุณู’ู„ูู… โ€œMencari ilmu hukumnya wajib bagi setiap orang Islam.โ€Namun demikian, tidak berarti bahwa seseorang secara otomatis telah memiliki ilmu yang bermanfaat ketika ia telah mendapatkan ilmu agama yang luas. Justru letak kemanfaatan ilmu ada pada pengamalannya. Seseorang yang memiliki ilmu agama tapi tidak diamalkan maka akan menjadi bumerang bagi orang itu. Seseorang yang sudah mengetahui bahwa shalat lima waktu itu wajib namun tidak melakukannya secara utuh, maka dia akan mendapatkan dosa yang lebih besar dari pada mereka yang belum mengetahui hal itu. Sidang jumโ€™ah rahimakumullah,Selain adanya keharusan mengamalkan ilmu agama yang sudah diperoleh, keharusan lain adalah menyampaikan ilmu itu kepada orang lain agar orang lain juga tahu bagaimana caranya mendapatkan keselamatan di dunia dan akherat. Seberapa pun ilmu agama kita, kita diharuskan menyampaikan ilmu itu kepada orang lain yang membutuhkannya. Kita tidak boleh menyembunyikan ilmu yang kita miliki karena ini termasuk perbuatan dosa. Rasululllah bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu HibbanุฃูŽู„ู’ุฌูŽู…ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุจูู„ูุฌูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุชูŽู…ูŽ ุนูู„ู’ู…ู‹ุง"Barangsiapa yang menyembunyikan suatu ilmu yang ia ketahui maka Allah akan mengekangnya pada hari kiamat dengan kekang api neraka."Oleh karena itu agar kita memiliki ilmu yang bermanfaat yang tidak putus pahalanya hingga akherat, maka kita harus mempelajari ilmu agama, lalu mengamalkan dan menyebarkannya sebagai aktivitas dakwah kita walaupun kita baru mampu menyampaikan satu ayat saja. Sidang jumโ€™ah rahimakumullah,Amal ketiga adalah memiliki anak yang saleh. Jika kita memiliki anak saleh yang mau dan mampu mendoakan kita agar senantiasa mendapat petunjuk, pertolongan dan ampunan dari Allah SWT, maka anak saleh ini menjadi amal kita yang pahalanya akan terus mengalir. Tetapi pertanyaannya bisakah anak mendoakan kita kalau kita tidak membekali mereka dengan ilmu agama? Bisakah mereka berdoa memohonkan ampunan atas dosa-dosa kita kalau kita tidak pernah mengajari atau melatihnya?Pertanyaan-pertanyaan seperti itu hendakanya selalu kita ajukan pada diri sendiri. Alasannya, karena kita memang membutuhkan anak-anak mendoakan kita terutama ketika kita sudah tidak bisa berdoa sebaik ketika masih hidup karena sudah berbaring di dalam kubur. Di dalam kubur tidak ada yang kita nanti, kecuali doa-doa dari yang masih hidup terutama anak turun kita sendiri. Disinilah relevansinya antara tahlil dengan doa anak untuk kedua orang tua. Untuk itulah, anak-anak harus kita ajari melakukan ritual tahlil dan melafadzkan doa-doa seperti ุงุบู’ููุฑู’ู„ููŠ ูˆูŽู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ ูˆุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู‡ูู…ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽูŠูŽุงู†ููŠ ุตูŽุบููŠุฑู‹ุงโ€ฌุฑูŽุจู‘ูโ€œYa Allah ya Tuhanku ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mengasuh kami di waktu kecil.โ€Sidang jumโ€™ah rahimakumullah,Ketiga amal di atas, yakni shadaqah jariyah, ilmu bermanfaat dan anak saleh, hendaklah menjadi perhatian kita secara serius. Jangan sampai kita terburu meninggal dunia sementara ketiga hal itu belum sempat kita persiapkan dengan baik. Apalah arti hidup ini jika kita tidak mengisinya dengan amal-amal yang kita butuhkan buahnya kelak di akherat. Hidup hanya sekali, maka jangan kita merugi untuk selamanya. Kalau hanya rugi di dunia, pasti kita bisa mencari gantinya. Tetapi kalau rugi di akhirat kita hanya bisa menyesali karena kerugian itu bisa jadi untuk selamanya. Semoga kita semua mampu meraih ketiga hal di atas. Amin ya Robbal ุงู„ู„ู‡ ูˆุฅูŠุงูƒู… ู…ู† ุงู„ูุงุฆุฒูŠู† ุงู„ุฃู…ู†ูŠู†ุŒ ูˆุฃุฏุฎู„ู†ุง ูˆุฅูŠุงูƒู… ููŠ ุฒู…ุฑุฉ ุนุจุงุฏู‡ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ุฃุนูˆุฐ ุจุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุงู„ุดูŠุทุงู† ุงู„ุฑุฌูŠู…ุŒ ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู… ูŠุฃูŠู‡ุง ุงู„ุฐูŠู† ุงู…ู†ูˆุง ุงุชู‚ูˆุง ุงู„ู„ู‡ ูˆู‚ูˆู„ูˆุง ู‚ูˆู„ุง ุณุฏูŠุฏุง. ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ู„ูŠ ูˆู„ูƒู… ููŠ ุงู„ู‚ุฑุงู† ุงู„ุนุธูŠู… ูˆู†ูุนู†ูŠ ูˆุฅูŠุงูƒู… ุจู…ุง ููŠู‡ ู…ู† ุงู„ุงูŠุงุช ูˆุงู„ุฐูƒุฑุงู„ุญูƒูŠู…ุŒ ูˆุชู‚ุจู„ ู…ู†ูŠ ูˆู…ู†ูƒู… ุชู„ุงูˆุชู‡ ุฅู†ู‡ ู‡ูˆ ุงู„ุบููˆุฑ ุงู„ุฑุญูŠู…ุŒ ูˆู‚ู„ ุฑุจ ุงุบูุฑ ูˆุงุฑุญู… ูˆุฃู†ุช ุฎูŠุฑุงู„ุฑุงุญู…ูŠู†Khutbah IIุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุงู„ุฐูŠ ุฃูƒุฑู…ู†ุง ุจุฏูŠู† ุงู„ุญู‚ ุงู„ู…ุจูŠู†ุŒ ูˆุฃูุถู„ู†ุง ุจุดุฑูŠุนุฉ ุงู„ู†ุจูŠ ุงู„ูƒุฑูŠู…ุŒ ุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ู„ุง ุงู„ู‡ ุฅู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุญุฏู‡ ู„ุง ุดุฑูŠูƒ ู„ู‡ุŒ ุงู„ู…ู„ูƒ ุงู„ุญู‚ ุงู„ู…ุจูŠู†ุŒ ูˆุฃุดู‡ุฏ ุฃู† ุณูŠุฏู†ุง ูˆู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏุง ุนุจุฏู‡ ูˆ ุฑุณูˆู„ู‡ุŒ ุณูŠุฏุงู„ุฃู†ุจูŠุงุก ูˆุงู„ู…ุฑุณู„ูŠู†ุŒ ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ ูˆ ุณู„ู… ูˆุจุงุฑูƒ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุงู„ุชุงุจุนูŠู† ูˆู…ู† ุชุจุนู‡ู… ุจุฅุญุณุงู† ุฅู„ู‰ ูŠูˆู… ุงู„ุฏูŠู†ุŒ ุฃู…ุง ุจุนุฏ ููŠุฃูŠู‡ุง ุงู„ู†ุงุณ ุงุชู‚ูˆุง ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆุงูุนู„ูˆุง ุงู„ุฎูŠุฑุงุช ูˆุงุฌุชู†ุจูˆุง ุนู† ุงู„ุณูŠุฆุงุชุŒ ูˆุงุนู„ู…ูˆุง ุฃู† ุงู„ู„ู‡ ูŠุฃู…ุฑูƒู… ุจุฃู…ุฑุจุฏุงู’ ููŠู‡ ุจู†ูุณู‡ุŒ ูู‚ุงู„ ุนุฒ ู…ู† ู‚ุงุฆู„ ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ูˆู…ู„ุงุฆูƒุชู‡ ูŠุตู„ูˆู† ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุจู‰ุŒ ูŠุง ุฃูŠู‡ุง ุงู„ุฐูŠู† ุฃู…ู†ูˆุง ุตู„ูˆุง ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…ูˆุง ุชุณู„ูŠู…ุง. ุงู„ู„ู‡ู… ุตู„ู‘ ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุนู„ู‰ ุขู„ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏ. ุงู„ู„ู‡ู… ุงุบูุฑ ู„ู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ูˆุงู„ู…ุคู…ู†ุงุช ูˆุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูˆุงู„ู…ุณู„ู…ุงุช ุงู„ุงุญูŠุงุก ู…ู†ู‡ู… ูˆุงู„ุงู…ูˆุงุช ุงู†ูƒ ุณู…ูŠุน ู‚ุฑูŠุจ ู…ุฌูŠุจ ุงู„ุฏุนูˆุงุชุŒ ูˆุบุงูุฑ ุงู„ุฐู†ูˆุจ ุงู†ูƒ ุนู„ู‰ ูƒู„ ุดูŠุฆ ู‚ุฏูŠุฑ. ุฑุจู†ุง ุงุบูุฑ ู„ู†ุง ุฐู†ูˆุจู†ุง ูˆู„ุฅุฎูˆุงู†ู†ุง ุงู„ุฐูŠู† ุณุจู‚ูˆู†ุง ุจุงู„ุฅูŠู…ุงู† ูˆู„ุง ุชุฌุนู„ ููŠ ู‚ู„ูˆุจู†ุง ุบู„ุง ู„ู„ุฐูŠู† ุขู…ู†ูˆุง ุฑุจู†ุง ุฅู†ูƒ ุฑุกูˆู ุฑุญูŠู…ุŒ ุฑุจู†ุง ุขุชู†ุง ููŠ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุญุณู†ุฉ ูˆููŠ ุงู„ุขุฎุฑุฉ ุญุณู†ุฉ ูˆู‚ู†ุง ุนุฐุงุจ ุงู„ู†ุงุฑ. ูˆุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู†. ุนุจุงุฏุงู„ู„ู‡ุŒ ุฅู† ุงู„ู„ู‡ ูŠุฃู…ุฑ ุจุงู„ุนุฏู„ ูˆุงู„ุฅุญุณุงู† ูˆุฅูŠุชุงุก ุฐูŠ ุงู„ู‚ุฑุจู‰ ูˆูŠู†ู‡ู‰ ุนู† ุงู„ูุญุดุงุก ูˆุงู„ู…ู†ูƒุฑ ูˆุงู„ุจุบูŠ ูŠุนุธูƒู… ู„ุนู„ูƒู… ุชุฐูƒุฑูˆู†. ูุงุฐูƒุฑูˆุง ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนุธูŠู… ูŠุฐูƒุฑูƒู… ูˆุงุดูƒุฑูˆู‡ ุนู„ู‰ ู†ุนู…ู‡ ูŠุฒุฏูƒู… ูˆู„ุฐูƒุฑุงู„ู„ู‡ Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama UNU Surakarta. Lima hal ini patut dihindari ketika kita menjalankan puasa di Bulan Ramadhan. Inilah hal-hal perusak di bulan Ramadhan. Perusak 01 Tanpa ilmu Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, ุงูŽู†ูŽู‘ ุงู„ุนูŽุงู…ูู„ูŽ ุจูู„ูŽุง ุนูู„ู’ู…ู ูƒูŽุงู„ุณูŽู‘ุงุฆูุฑู ุจูู„ุงูŽ ุฏูŽู„ููŠู’ู„ู ูˆูŽู…ูŽุนู’ู„ููˆู’ู…ูŒ ุงูŽู†ูŽู‘ ุนูŽุทูŽุจูŽ ู…ูุซู’ู„ู ู‡ูŽุฐูŽุง ุงูŽู‚ู’ุฑูŽุจู ู…ูู†ู’ ุณูŽู„ุงูŽู…ูŽุชูู‡ู ูˆูŽุงูู†ู’ ู‚ูุฏูู‘ุฑูŽ ุณูŽู„ุงูŽู…ูŽุชูู‡ู ุงูุชูู‘ููŽุงู‚ู‹ุง ู†ูŽุงุฏูุฑู‹ุง ููŽู‡ููˆูŽ ุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุญู’ู…ููˆู’ุฏู ุจูŽู„ู’ ู…ูŽุฐู’ู…ููˆู’ู…ูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ุนูู‚ูŽู„ุงูŽุกู โ€œOrang yang beramal tanpa ilmu bagai orang yang berjalan tanpa ada penuntun. Sudah dimaklumi bahwa orang yang rusak karena berjalan tanpa penuntun tadi akan mendapatkan kesulitan dan sulit bisa selamat. Taruhlah ia bisa selamat, namun itu jarang. Menurut orang yang berakal, ia tetap saja tidak dipuji bahkan dapat celaan.โ€ Ibnu Taimiyah rahimahullah juga berkata, ู…ูŽู†ู’ ููŽุงุฑูŽู‚ูŽ ุงู„ุฏูŽู‘ู„ููŠู’ู„ ุถูŽู„ูŽู‘ ุงู„ุณูŽู‘ุจููŠู’ู„ ูˆูŽู„ุงูŽ ุฏูŽู„ููŠู’ู„ูŽ ุฅูู„ุงูŽู‘ ุจูู…ูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ุจูู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุณููˆู’ู„ โ€œSiapa yang terpisah dari penuntun jalannya, maka tentu ia bisa tersesat. Tidak ada penuntun yang terbaik bagi kita selain dengan mengikuti ajaran Rasul โ€“shallallahu alaihi wa sallam-.โ€ Lihat Miftah Dar As-Saโ€™adah, 1299 Perusak 02 Masih meneruskan maksiat Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุฑูุจูŽู‘ ุตูŽุงุฆูู…ู ุญูŽุธูู‘ู‡ู ู…ูู†ู’ ุตููŠูŽุงู…ูู‡ู ุงู„ุฌููˆู’ุนู ูˆูŽุงู„ุนูŽุทูŽุดู โ€œBetapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga saja.โ€ HR. Ahmad, 2373. Syaikh Syuโ€™aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanadnya jayyid Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฏูŽุนู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ูŽ ุงู„ุฒูู‘ูˆุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽู…ูŽู„ูŽ ุจูู‡ู ููŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุญูŽุงุฌูŽุฉูŒ ููู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฏูŽุนูŽ ุทูŽุนูŽุงู…ูŽู‡ู ูˆูŽุดูŽุฑูŽุงุจูŽู‡ู โ€œBarangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.โ€ HR. Bukhari, no. 1903 Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃูŽูƒู’ู„ู ูˆูŽุงู„ุดูŽู‘ุฑูŽุจู ุŒ ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ุบู’ูˆู ูˆูŽุงู„ุฑูŽู‘ููŽุซู ุŒ ููŽุฅูู†ู’ ุณูŽุงุจูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุฃูŽูˆู’ ุฌูŽู‡ูู„ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ููŽู„ู’ุชูŽู‚ูู„ู’ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุตูŽุงุฆูู…ูŒ ุŒ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุตูŽุงุฆูู…ูŒ โ€œPuasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, Aku sedang puasa, aku sedang puasaโ€™.โ€ HR. Ibnu Khuzaimah, 3242. Al-Aโ€™zhami mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih. Lagwu adalah perkataan sia-sia dan semisalnya yang tidak berfaedah. Sedangkan rofats adalah istilah untuk setiap hal yang diinginkan laki-laki pada wanita atau dapat pula bermakna kata-kata kotor. Perusak 03 Masih pelit dengan harta Padahal di bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berderma. Dari Ali, ia berkata, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุฅูู†ูŽู‘ ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุบูุฑูŽูู‹ุง ุชูุฑูŽู‰ ุธูู‡ููˆุฑูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุจูุทููˆู†ูู‡ูŽุง ูˆูŽุจูุทููˆู†ูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุธูู‡ููˆุฑูู‡ูŽุง ยป. ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุฃูŽุนู’ุฑูŽุงุจูู‰ูŒู‘ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ู‡ูู‰ูŽ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ุฃูŽุทูŽุงุจูŽ ุงู„ู’ูƒูŽู„ุงูŽู…ูŽ ูˆูŽุฃูŽุทู’ุนูŽู…ูŽ ุงู„ุทูŽู‘ุนูŽุงู…ูŽ ูˆูŽุฃูŽุฏูŽุงู…ูŽ ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ูŽ ูˆูŽุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู ุจูุงู„ู„ูŽู‘ูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ู†ููŠูŽุงู…ูŒ ยป โ€œSesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.โ€ Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, โ€œBagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?โ€ Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjawab โ€œUntuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari diwaktu manusia pada tidur.โ€ HR. Tirmidzi, no. 1984. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan Perusak 04 Puasa tetapi tidak shalat Pakar fikih Kerajaan Saudi Arabia pada masa silam, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah pernah ditanya, โ€œApa hukum orang yang berpuasa namun meninggalkan shalat?โ€ Beliau rahimahullah menjawab, โ€œPuasa yang dilakukan oleh orang yang meninggalkan shalat tidaklah diterima karena orang yang meninggalkan shalat berarti kafir dan murtad. Dalil bahwa meninggalkan shalat termasuk bentuk kekafiran adalah firman Allah Taโ€™ala, ููŽุฅูู†ู’ ุชูŽุงุจููˆุง ูˆูŽุฃูŽู‚ูŽุงู…ููˆุง ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽ ูˆูŽุขูŽุชูŽูˆูุง ุงู„ุฒูŽู‘ูƒูŽุงุฉูŽ ููŽุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ููƒูู…ู’ ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ูŠู†ู ูˆูŽู†ูููŽุตูู‘ู„ู ุงู„ู’ุขูŽูŠูŽุงุชู ู„ูู‚ูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู†ูŽ โ€Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka mereka itu adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui.โ€ QS. At-Taubah 11 Alasan lain adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒู ูˆูŽุงู„ู’ูƒููู’ุฑู ุชูŽุฑู’ูƒู ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู โ€œPembatas antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.โ€ HR. Muslim, no. 82 Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah melanjutkan, โ€œKami katakan, Shalatlah kemudian tunaikanlah puasa.โ€™ Adapun jika engkau puasa namun tidak shalat, amalan puasamu akan tertolak karena orang kafir sebab meninggalkan shalat tidak diterima ibadah darinya.โ€ Majmuโ€™ Fatawa wa Rosa-il Ibnu Utsaimin, 1762 Perusak 05 Shalat tarawih super ngebut Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ุทููˆู„ู ุงู„ู’ู‚ูู†ููˆุชู โ€œSebaik-baik shalat adalah yang lama berdirinya.โ€ HR. Muslim, no. 756 Dari Abu Hurairah, beliau berkata, ุฃูŽู†ูŽู‘ู‡ู ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุตูŽู„ูู‘ู‰ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ู…ูุฎู’ุชูŽุตูุฑู‹ุง โ€œNabi shallallahu alaihi wa sallam melarang seseorang shalat mukhtashiron.โ€ HR. Bukhari, no. 1220 dan Muslim, no. 545. Ibnu Hajar rahimahullah membawakan hadits di atas dalam kitab beliau Bulughul Maram, Bab โ€œDorongan agar khusyuโ€™ dalam shalat.โ€ Sebagian ulama menafsirkan ikhtishor mukhtashiron dalam hadits di atas adalah shalat yang ringkas terburu-buru, tidak ada thumaโ€™ninah ketika membaca surat, rukuโ€™ dan sujud. Lihat Syarh Bulughul Maram, Syaikh Athiyah Muhammad Salim, 493, Asy-Syamilah Semoga Allah menerima setiap amalan kita di bulan Ramadhan dan dijauhkan dari kesia-siaan dalam beramal. โ€” Artikel Kajian Akbar di Dlingo Bantul, 5 Syaโ€™ban 1439 H, 21 April 2018 Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Artikel loading...Pahala amal perbuatan ternyata bisa hilang atau rusak karena perilaku-perilaku yang tanpa atau dengan sadar kita lakukan sendiri. Foto ilustrasi/ist Pahala amal perbuatan seorang hamba ternyata bisa hilang atau rusak, bahkan bisa dinilai dosa oleh Allah subhanahu wataโ€™ala karena perilaku-perilaku tertentu. Apa saja perilaku yang merusak pahala amal tersebut? Mengutip ceramah Ustadz Nofriyanto, yang juga dosen Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UNIDA GONTOR, ia menjelaskan ada beberapa perilaku seseorang yang justru merusak pahala amal perbuatan yang dilakukannya sendiri. Hal tersebut didasarkan beberapa hadis yang disampaikan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Berikut perilaku-perilaku yang dapat merusak pahala amal ini, yakni1. Sibuk dengan aib orang lainNabi shallallahu alaihi wa sallam bersabdaุทููˆุจูŽู‰ ู„ูู…ูŽู†ู’ โ€ŒุดูŽุบูŽู„ูŽู‡ู โ€ŒุนูŽูŠู’ุจูู‡ูุŒ โ€ŒุนูŽู† ุนููŠููˆุจู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูโ€œSungguh beruntung seseorang yang disibukkan dengan aib dirinya daripada mengurusi aib orang lain.โ€ HR. Al-Bazzar no. 6237 Baca Juga Tentu, pesan tersirat dari hadis tersebut kebalikannya sungguh celaka dan sungguh merugi seseorang yang senantiasa menyibukkan dirinya dengan mengurusi aib orang demikian? Sebab, ketika seseorang menyibukkan diri dengan aib orang lain, ia akan senang mencari-cari kesalahan, mencari-cari waktu kapan orang yang ia tidak sukai berbuat salah agar ia bisa menghina, merendahkan, bahkan mem-bully-nya. Tidak hanya sampai di situ saja, bahkan ia tidak akan sungkan-sungkan untuk menggibah atau saja orang seperti ini mau merenung sejenak, seharusnya ia sadar bahwa ia telah menghabiskan energi tanpa mendapatkan keuntungan sama sekali dan merusak pahala amal ibadahnya dengan dosa yang ia tak heran jika orang yang disibukkan dengan dosa yang satu ini, ia mudah tergelincir ke dalam lubang-lubang dosa yang akan menguras habis pundi-pundi pahala kebaikan yang telah ia yang tidak kalah penting dari amal kebaikan ialah berusaha menjaga kemurniannya agar ia diterima oleh Allah subhanahu wataโ€™ala dan senantiasa merasa mawas diri, harap-harap cemas, takut kalau ia hilang dan rusak dengan hal-hal semacam ini. Yang tidak bermanfaat bagi dunia dan Hati yang kerasHal yang banyak merusak amal perbuatan lainnya ialah hati yang keras. Keras yang bagaimana? Tidak lain ialah hati yang penuh dengan noda-noda dan penyakit akut mengenaskan dan mengkhawatirkan. Hati yang dipenuhi dengan kebencian, iri hati, dengki, dan hati yang mudah menerima nasihat. Bukan hati yang bergejolak, takut, khawatir, bergetar, saat nama dan tanda kebesaran Allah disebutkan. Hati seperti ini menjadi sebab utama orang lari dari hati yang lembut akan mudah terketuk dengan suara-suara dan seruan-seruan kebajikan. Akan mudah menerima nasihat dan masukan. Di antara hal-hal yang diajarkan oleh ulama agar meraih hati yang lembut, bersih, dan suci antara lain membaca al-Quran dan shalat berkumpul dan bergaul dengan orang-orang memperbanyak memperbanyak berzikir mengingat dan menyebut-nyebut nama Allah subhanahu wataโ€™ Cinta duniaMenurut Ustadz Nofriyanto, sudah selayaknya seorang muslim menjadikan dunia hanya sebagai wasilah bagi kesuksesan akhiratnya. Bukan sebaliknya, menjadikan dunia satu-satunya tujuan hidup. Orang yang orientasi hidupnya dunia, dunia dan dunia saja, akan mudah terjatuh ke dalam sikap terlalu mencintai dunia dengan berlebihan melebihi batas itu, ia akan lebih mudah melalaikan kehidupan akhiratnya dan kewajiban-kewajiban agamanya. Terdapat beberapa nasihat dari baginda Nabi kepada kita, umatnya, agar tidak terjerumus kepada perbuatan berlebihan mencintai ู…ูŽุง ุงู„ู’ููŽู‚ู’ุฑูŽ ุฃูŽุฎู’ุดูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุฎู’ุดูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูุจู’ุณูŽุทูŽ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูƒูŽู…ูŽุง ุจูุณูุทูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽูƒูู…ู’ ููŽุชูŽู†ูŽุงููŽุณููˆู‡ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุชูŽู†ูŽุงููŽุณููˆู‡ูŽุง ูˆูŽุชูู‡ู’ู„ููƒูŽูƒูู…ู’ ูƒูŽู…ูŽุง ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽูƒูŽุชู’ู‡ูู…ู’

hadits tentang 6 perkara yang merusak amal